Penyakit Batuk Berdahak Berdarah

Penyakit batuk berdahak berdarah biasanya disebabkan karena terdapat pembuluh darah yang pecah pada saluran pernafasan termasuk paru-paru. Biasanya darah yang keluar dari mulut dalam jumlah yang banyak biasanya bisa karena dibatukkan bisa juga karena dimuntahkan. Gejala dari batuk darah ini adalah darah yang keluar saat batuk. Darahnya berwarna merah segar, dan biasanya berbusa.

batuk-berdarah-pada-kanker-paru

Tanda dari penyakit batuk darah ini merupakan suatu gejala terdapat masalah pada paru-paru Anda. Jika Anda mengalami masalah batuk darah, maka cobalah lakukan istirahat dengan posisi bantal pada tempat tidur agak tinggi, jika ingin batuk, jangan menarik nafas yang panjang terlebih dahulu. Minum obat batuk berupa codein dan sebagainya.

Cara mengatasi penyakit batuk berdahak berdarah dengan melakukan kompres es di dada dan kadang hal ini juga bisa mengurangi rasa panas yang dirasa. Jika batuk darah tak kunjung hilang juga, Anda bisa langsung memeriksakannya ke dokter, yang ditakutkan ini merupakan salah satu gejala dari penyakit TBC.

Cara mengobati penyakit batuk berdahak berdarah bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami, misalnya adalah dengan menggunakan daun sendok segar sebanyak 60 gram, dan gula batu 30 gram. Cara meramu resepnya adalah dengan mencuci daun herba sendok hingga bersih, kemudian masukkan ke dalam wadah yang sudah berisi air bersih dan biarkan hingga terendam. Tambahkan gula batunya kemudian di tim hingga mendidih selama kurang lebihnya 15 menit. Cara memakainya adalah diminum selagi ramuan ini hangat.

Ramuan untuk mengobati penyakit batuk berdarah yang lainnya adalah dengan menggunakan bunga kembang sepatu yang masih kuncup sebanyak 2 kuntum, kemudian madu 2 sendok teh. Cara meramu resepnya adalah dengan mencuci kembang sepatu hingga bersih kemudian diremas-remas di dalam wadah yang sudah berisi 2 gelas air bersih yang sudah matang, biaarkan tertutup selama semalaman, dan saringlah air ramuan di pagi hari dan kemudian ditambahkan dengan madu.

Posted in Batuk Berdarah | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Batuk Berdarah Pada Anak

batuk darah pada anakBatuk disertai muntah yang diserti darah, memang dapat membuat panik. Apalagi jika ini dialami oleh anak Anda sendiri. Sebenarnya apa saja yang dapat menyebabkan batuk atau muntah darah pada anak? Dan bagaimana cara membedakannya?

Menghadapi anak yang sedang sakit memang kerap melahirkan kecemasan luar biasa. Seperti halnya saat orangtua menemukan cairan merah seperti darah dari mulut si kecil, darimanan itu berasal? Menghadapi hal ini, baiknya orangtua bersikap tenang dulu. Mula-mula, perhatikan cairan merah berupa muntahan atau dahak yang dikeluarkan anak. Apakah benar warna merah yang ada pada dahak atau muntahan itu darah?

Ketika anak mengalami batuk berdarah. Hal yang perlu diperhatikan adalah warna darah, jumlahnya, ada tidaknya luka pada mulut atau tenggorokan anak dan kondisi anak saat itu. Apakah ia mengalami demam, batuk, sesak napas, perdarahan di tempat lain (misalnya mimisan) dan buang air besarnya menjadi kental kehitaman.

Jika batuk disertai muntah atau sebaliknya, terkadang sulit untuk membedakan dari mana darah tersebut berasal. Menurut Prof. Dr. Mohammad Juffrie, SpA(K),Ph.D dari bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta batuk darah umumnya berasal dari saluran napas. Batuk darah merupakan pengeluaran darah dari saluran napas misalnya dari tenggorokan atau paru-paru. Jika darah yang dikeluarkan sedikit atau hanya berupa bercak, mungkin ia hanya berasal dari pembuluh darah kecil yang pecah di tenggorokan akibat batuk terlalu keras.

Meski demikian sumber darah lebih serng berasal dari laring (di bawah tenggorokan) dan paru-paru. Bila darah yang keluar lebih dari 100-600 ml dalam 24 jam, maka batuuk darah dianggap berat, dan memerlukan pertolongan segera karena dapat menyebabkan asfiksia atau sesak napas. Dengan pemeriksaan fisik, rontgen dada dan bronkoskopi, penyebab perdarahan dapat segera diketahui.

Meski demikian, batuk darah yang berat harus ditanggani di unit perawatan intensif, sambil menjaga kestabilan aliran darah dalam tubuh, menjaga saluran napas agar tidak tertutup gumpalan darah dan paru-paru yangg tidak mengalami perdarahan agar tidak “terendam” oleh darah.

Meski demikian, anak jarang sekali mengalami batuk darah, umumnya hanya terjadi jika ada faktor genetik dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit batuk darah sebelumnya. Kebanyakan batuk darah terjadi pada orang dewasa yang menderita penyakit jantung kronis. Sedangkan penyakit batuk darah pada anak, antara lain : demam berdarah, infeksi pada paru-paru, kelainan darah, dan kelainan pembuluh darah.

Menurut Prof. Juffrie darah yang dikeluarkan saat batuk umumnya berwarna merah segar atau merah mud yang dapat bercampur dengan dahak. Pada infeksi paru-paru, anak dapat mengalami demam dan batuk sebelumnya. Sedangkan pada demam berdarah, dapat terjadi demam tinggi, dan perdarahan di kulit, mimisan atau di tempat lainnya. jika terjadi perdarahan berat, mungkin diperlukan transfusi dan tindakan untuk menstabilkan kondisi anak terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan tambahan untuk mendiagnosis penyebab perdarahan.

Pada saat berobat biasanya dokter akan menanyakan pakah ada batuk dan sesak sebelum terjadi batuk darah. Selain itu dapat ditanyakan riwayat penyakit yang diderita saat ini, obat-obatan yang diminum pasien, dan riwyat perdarahan yang sulit berhenti.

Batuk darah umumnya dapat berhenti dengan sendirinya. Jika batuk mencetuskan perdarahan berulang, maka dapat diberikan obat batuk. Jika perdarahan besar, pasien harus dirawat di ICU dan mungkin memerlukan tindakan bedah.

Posted in Batuk Berdarah | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Batuk Berdarah Pada Kanker Paru

Batuk yang mengeluarkan bekuan darah merupakan gejala yang sangat penting, karena sering menunjukkan penyakit berat. Bekuan darah biasanya berkaitan dengan leci kaviasi pada paru-paru tumor paru, penyakit jantung tertentu atau emboli paru. Sputum yang mengandung darah biasanya berkaitan dengan merokok atau infeksi ringan tetapi dapat pula dijumpai pada tumor atau penyakit yang lebih berat.

Pada penderita kanker paru-paru gejala awal ditandai dengan batuk-batuk. Hampir 80% di awali dengan batuk-batuk yang disebabkan oleh bronchitis menahun. Gejala lain adalah batuk darah, sulit bernapas, sakit dada dan bersin-bersin. Virus kanker dapat menyebar ke tubuh lainnya terutama pada organ hati, tulang dan otak. Rasa nyeri akan timbul di bagian-bagian tersebut, nafsu makan berkurang, terjadi penurunan berat badan dan sukar tidur.

Pmeriksaan dahak sagat diperlukan untjuk mengetahui sejauh mana keberadaan kanker paru-paru bagia seorang penderita. Penyembuhan terbaik dan sangat memungkinkan untuk dilakukan apabila penyakit itu diketahui sejak dini dan segera dilakukan pengobatan. Terapi pengobatan tradisional batuk berdarah pada kanker paru yang dapat dilakukan dengan menggunakan ramuan dari tanaman herbal alami yang berkhasiat sebagai obat, seperti :

  1. Cuci bersih daun kering dari daun waru landak sebanyak 27 gram atau 100 gram daun waru landak yang masih segar. Tambahkan 3 gelas air ke dalam bahan, lalu rebus hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan. Minum ramuan sekaligus sekali sehari.

Batuk darah umumnya banyak ditemui pada penderita penyakit gagal ginjal. Batuk darah yang bersumber dari perdarahan dapat berasal dari jalan napas atau atau bawah, atau berasal dari parenkim paru. Penyebab pulomonal dari batuk darah mencakup bronkitis kronis, bronkhiektasis, tuberkulosis pulmonal fibrosis kistik, gramuloma nekrotikan jalan napas atas, embolisme pulmonal, pneumonia, kanker paru dan abses paru. Abnormalitas kardiovaskular, antikoagulan dan obat-obat imunosupresif yang menyebabkan perdarahan parenkim (jaringan paru) juga dapat menyebabkan batuk darah.

Penderita batuk darah biasanya mengganggap batuk darah sebagai indikator penyakit serius dan sering akan tampak gelisah atau takut. Lakukan pengkajian tentang awitan, durasi, jumlah dan warna (misalnya cairan batuk darah berwarna merah terang atau berbusa).

Posted in Batuk Berdarah | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Batuk Berdarah Disebabkan Oleh

Batuk yang mengeluarkan bekuan darah merupakan gejala yang sangat penting, karena sering menunjukkan penyakit berat. Bekuan darah biasanya berkaitan dengan lesi kavitasi pada paru-paru , tumor paru, penyakit jantung tertentu atau emboli paru. Sputum yang mengandung darah biasanya berkaitan dengan merokok atau infeksi ringan tetapi dapa pula dijumpai pada tumor atau penyakit yang lebih berat.

Batuk berdarah pada penderita kanker paru-paru gejala awal ditandai dengan batuk-batuk. Hampir 80% diawali dengan batuk-batuk yang disebabkan ole bronchitis menahun. Gejala lain dalah batuk darah, sulit bernapas, sakit dada dan bersin-bersin. Virus kanker dapat menyebar ke tubuh lainnya terutama ada organ hati, tulang dan otak. Rasa nyeri akan timbul di bagian-bagian tersebut, nafsu makan berkurang, terjadi penurunan berat badan dan sukar tidur.

Pemeriksaan dahak sangat diperlukan untuk mengetahui sejauh mana keberadaan kanker paru-paru bagia seorang penderita kanker paru-paru. Pengobatan terbaik dan sangat memungkinkan untuk dilakukan adalah apabila penyakit itu diketahui sejak dini dan segera dilakukan pengobatan.

Batuk darah atau hemoptisis adalah batuk darah. Hanya ada sedikit gejala yang menimbulkan sedemikian banyak ketakutan pada pasien seperti hemoptisis. Deskripsi yang tepat untuk hemoptisis penting sekali, karena istilah hemoptisis mencakup bekuan darah dan juga sputum yang mengandung darah. Implikasinya sangat berbeda. Batuk darah yang mengeluarkan bekuan darah merupakan gejala yang sangat penting karena sering menunjukkan penyakit berat.

Batuk berdarah yang merupakan jenis batuk yang cukup serius karena mempengaruhi kinerja organ dalam yaitu paru-paru bahkan sampai pada organ jantung. Oleh karena itu, ada baiknya untuk pemeriksaan menyeluruh ke dokter spesialis dengan foto scan atau rontgen.

Apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, dikhawatirkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dengan mengetahui penyebab batuk berdarah ini akan membantu untuk meminimalisasi hal-hal atau risiko yang lebih tinggi yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Menurut Dr. Dwi Bambang Sp.P, pertolongann pertama ketika seorang penderita mengalami kekambuhan dari batuk berdarah. Hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai bentuk upaya dari pertolongan batuk berdarah, adalah :

- Memberikan air putih
- Membuat penderita agar lebih tenang dan rileks
- Duduk di kursi deengn sandaran bantal pada belakang kepala
- Pemberian obat yang mungkin ada

Apabila batuk berdarah tidak dapat dielakkan atau direda, segera bawa penderita ke dokter agar mendapatkan rujukan obat yang dapat membantu menghentikan perdarahan.

Posted in Batuk Berdarah | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Batuk Berdarah

Pada batuk darah, gejala permulaan biasanya gatal pada tenggorokan atau adanya keinginan batuk dan kemudian darah dibatukkan keluar. Darah berwarna merah terang dan berbuih, dapat bercampur spuum dan bersifat alkali. Batuk darah terjadi akibat pecehnya pembuluh darah. Berat dan ringannya batuk darah yang timbul bergantung pada besar kecilnya pembuluh darah yang pecah. Batuk darah tidak selalu timbul akibat pecahnua aneurisma pada dinding kavitas, tapi juga dapat terjadi karena ulseri pada mukosa bronkus.

Kebanyakan batuk darah pada TBC paru terjadi pada kavitaas tetatpi dapat juga terjadi pada ulkus dinding brokhus. Batuk berdarah yang dikeluarkan penderita mungkin berupa garis atau bercak-bercak darah dan gumpalan-gumpalan darah atau darah segar dalam jumlah yang sangat banyak.

Batuk darah jarang merupakan salah satu tanda permulaan penyakit tuberkulosis, karena batuk darah adalah tanda terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kavitaas. Oleh karena itu, proses TB paru harus cukup darah untuk dapat menimbulkan batuk dengan ekspektorasi. Batuk darah masif terjadi bila ada robekan dari aneurisma pada dinding kavitas atau ada perdarahan yang berasal dari bronkhiektasis atau ulserasi trakeobronkhial. Batuk darah jarang berhenti mendadak karena itu penderita masih akan terus-menerus mengeuarkan gumpalan-gumpalan darah yang berwarna cokelat selama beberapa hari.

Batuk berdarah merupakan suatu keadaan kegawatan paru yang memerlukan tindakan segera dan intensif. Setiap batuk darah, terutama yang masif perlu mendapat pengawasan yang ketat karena tidak dapat dipastikan apakah akan segera berhenti atau berlanjut. Komplikasi batuk darah yang mengancam jiwa adlah asfiksi kaerna pada saat itu terjadi sufokasi atau akumulasi bekuan darah yang menutup jalan napas. Komplikasi lain adalah kegagalan kardiosirkulasi akibat kehilangan darah yang banyak dalam waktu singkat sehingga setiap penderita batuk darah kecuali batuk dengan sedikit darah dalam sputum sebaiknya dirawat untuk diobservasi dan dievaluasi lebih lanjut. Perdarahan pulmonal merupakan peristiwa menakutkan yang menyebabkan kematian karena dapat terjadi asfiksia bila dalam waktu beberapa menit jalan napas tidak dibersihkan dengan cara dibatukkan atau diisap.

Ciri khas dari batuk berdarah yang mudah dikenali, adalah :

  1. Batuk berdarah merupakan gangguan kesehatan pernapasan yang terjadi pada saluran pernapasan bagian bawah
  2. Pada penderita batuk berdarah, biasanya penderita akan membatukkan dan timbul rasa panas di tenggorokan
  3. Gejala awal yang terjadi dari batuk berdarah, rasa gatal di tenggorokan dan adanya rangsangan ingin selalu batuk
  4. Batuk berdarah, bercirikan khusus seperti sputum atau lendir yang keluar berwarna merah lebih terang dan segar karena bercampur dengan okisgen di jalan napas
  5. Darah yang keluar darah segar dan berwarna merah muda.
Posted in Batuk Berdarah | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment